KSU Baliem Arabica

Kenggi Abolok, Kambel Abolok

Menu
Salam jumpa di KSU Baliem Arabica, Exportir Pertama Produk Tanah Papua dan Pemilik Waralaba PAPUAmart.com

Bukan Mitos: You Are What You Eat

Mar
06
2011
by : admin. Posted in : Info

Secara hukum alam, apa yang kita makan menunjukkan siapa kita. Dari makananya kita tahu siapa yang memakannya, mulai dari gula di rumah, yang terhambur di meja atau lantai tetapi dalam beberapa saat kemudian sudah tidak ada, maka 90% kita tahu semut memakannya. Lain lagi kalau ada tulang ikan atau ayam yang kita taruh di tempat sampah tetapi menghilang, kita pasti tahu ada anjing atau kucing yang datang makan. Tidak mungkin kita tuduh manusia memakannya. Kalau ada rerumputan atau dedaunan di kebuh atau halaman rumah terpotong atau berkurang, maka kita pasti tahu itu kambing, domba atau sapi yang lewat, bukan anjing atau kucing.

Dari makananya kita tahu persis siapa yang memakannya. Itu yang dikatakan dalam artikel ini.

Ya, Bukan Mitos, ini Fakta Kehidupan Kita Sendiri

Jakarta – Pernah dengar istilah ‘You are what you eat’? Bukan sekedar istilah belaka, tapi memang apa yang Anda makan akan mewakili Anda sebenarnya. Efek yang ditimbulkan mungkin tidak terlihat secara langsung, tapi akan dirasakan pada masa yang akan datang.

Apa yang kita makan akan mencerminkan diri kita, benarkah demikian? Banyak orang meragukan pepatah lama ini. Mungkin hal ini memang tidak disadari secara langsung, tapi justru akan terlihat hasilnya beberapa tahun yang akan datang. Bahkan ilmuwan di Linkoping University mengatakan ’sesaat di bibir’ bisa menyebabkan ’seumur hidup dipinggul’.

Yang dimaksud adalah, makanan yang Anda makan terkadang hanya enak dan lezat dirasakan sesaat dimulut. Dan tanpa disadari Anda memakannya dalam jumlah yang sedikit lebih banyak. Namun Anda tidak memperhitungkan apa yang akan terjadi pada tubuh Anda sesudah menyantap makanan itu semua. Sebut saja tiramisu, cheesecake, opera, dan jenis makanan manis lainnya yang mengandung lemak dan tinggi kalori.

Ada Ernersson dan tim peneliti di Linkoping University Swedia melakukan sebuah studi. Selama empat minggu, 18 orang yang diteliti melakukan penurunan olah raga justru meningkatkan asupan energi. Sehingga menyebabkan lemak pada tubuh meningkat jauh lebih tinggi.

Peningkatan ini sekitar 70% selama satu minggu. Jika dikonversikan kenaikan berat badan rata-rata setiap orang sekitar 6,4 kg dalam seminggu. Peningkatan berat badan ini tidak bisa langsung diturunkan, dan jika Anda tidak mengontrol pola makan Anda hal ini akan semakin buruk dalam jangka waktu dua tahun.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh Ernersson ini, memberi bukti baru yang menarik. Bahwa makan berlebihan dalam jangka waktu yang pendek dan kurang olahraga berpotensi mengubah fisiologi seseorang. Yaitu, menyebabkan seseorang sulit untuk menurunkan berat badan.

sumber: detikhealth.com

artikel lainnya Bukan Mitos: You Are What You Eat

Sunday 16 November 2014 | Info

Tentu saja pertanyaan ini sudah mengemuka sejak membaca artikel dan persiapan utusan KSU Baliem Arabica menuju…

Monday 1 December 2014 | Info

Menanggapi tantangan yang ada secara real di Tanah Papua, dan untuk memperlancar kegiatan Usaha, maka per…

Saturday 7 June 2014 | Info

Apa itu GMO GMOs, atau “genetically modified organisms,” ialah tanaman atau bewan yang diciptakan lewat teknik…

Wednesday 7 January 2015 | Info

Global Sales and Marketing Manager of KSU Baliem Arabica attends the “1st International Conference on Asian Highland Natural…