KSU Baliem Arabica

Kenggi Abolok, Kambel Abolok

Menu
Salam jumpa di KSU Baliem Arabica, Exportir Pertama Produk Tanah Papua dan Pemilik Waralaba PAPUAmart.com

Lahan kopi di Jayawijaya berkurang drastis

Sep
12
2017
by : admin. Posted in : Kopi Papua
Ketua Bappeda Provinsi Papua Muhammad Musa’ad (kiri) bersama Hanok Herison Pigai (tengah) dan Ketua Kelompok Petani Kopi Deiyai Robi Edoway dalam kunjungan ke daerah Bomou, Rabu (15/3/2017) – Jubi/Ze

Ketua Bappeda Provinsi Papua Muhammad Musa’ad (kiri) bersama Hanok Herison Pigai (tengah) dan Ketua Kelompok Petani Kopi Deiyai Robi Edoway dalam kunjungan ke daerah Bomou, Rabu (15/3/2017) – Jubi/Ze

Wamena, Jubi– Lahan kopi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, berkurang drastis. Catatan dinas pertanian setempat menunjukan dari total lahan kopi jenis Arabika yang mencapai 1.918 hektare, kini tinggal 300-an hektare yang masih aktif.  Luasan lahan itu berpengaruh terhadap produksi kopi yang tinggal 125,6 ton per tahun.

“Jumlah kopi secara keseluruhan dari Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan Yalimo yang kami kirim ke luar kabupaten,” kata Kepala Dinas Pertanian, Jayawijaya, Hendri Tetelepta di Wamena, Senin (11/9/2017)

Menyusutnya lahan kopi membuat Pemda setempat mengenjot pengembalian salah satu komoditi hasil kebun itu.  Menurut Henri, Pemda Jayawijaya menganggarkan Rp 420 juta dari dana otonomi khusus untuk belanja penyediaan bibit kopi lokal jenis Arabika.

“Bibit kopi Arabika itu akan diberikan kepada petani yang tersebar di beberapa distrik,”kata Henri menambahkan.

Bibit yang dibeli  ditanam di 12 di kawasan Lembah Baliem. Henri menjelaskan pada tahun-tahun sebelumnya  penyediaan bibit kopi Arabika dilakukan langsung oleh petani lokal yang bekerja sama dengan dinas pertanian, namun pada tahun 2017 ditangani oleh pihak ketiga.

Selain minimnya lahan kopi, Dinas pertanian Jayawijaya juga kekurangan tenaga penyuluh. Saat ini baru terdapat 11 kantor penyuluh dari 40 kantor distrik  yang ada. Padahal idealnya kantor yang memberi layanan konsultasi  mengurusi sektor produksi pangan itu ada di setiap distrik atau kecamatan. “Tetapi sampai 2017 kami hanya punya 11 dari 40 kantor distrik,” kata Hendri menjelaskan.

Menteri BUMN Rini Soemarno, saat mengunjungi salah satu pabrik kopi Arabika di Jayawijaya menyatakan sedang berupaya mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan petani kopi.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah biaya angkut ke kota itu mahal,” kata Rini.

Ia mengaku sedang mencari jalan agar masyarakat Jayawijaya bisa mendapat keuntungan yang baik.

artikel lainnya Lahan kopi di Jayawijaya berkurang drastis

Monday 4 April 2016 | Kopi Papua

Jayapura, Jubi – Koperasi Serba Usaha (KSU) Baliem Arabica sebagai exportir tunggal kopi dari Tanah Papua…

Tuesday 13 December 2011 | Kopi Papua

Pelopor petani kopi Wamena Kopi Wamena, dari biji hingga kemasan Ubertus Marian, kulitnya sudah keriput, rambutnya…

Tuesday 12 July 2011 | Kopi Papua

Selasa, 12 Juli 2011 , 04:20:00, CenderawasihPos WAMENA-Kabupaten Jayawijaya memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA),…

Tuesday 4 September 2007 | Kopi Papua

Jayawijaya: yang Tercecer dari Penutupan Turkamp Gubernur di Kurulu Jayawijaya (bagian-2/habis) Selain meninjau stasiun pangan darurat…

Hours & Info

0857-6922-3000
Lunch: 11am - 2pm
Dinner: M-Th 5pm - 11pm, Fri-Sat:5pm - 1am

Organic Provider Registry

KSU Baliem Arabica

Kenggi Abolok, Kambel Abolok

Jl. Thamrin No. 60, Kompleks Pasar Kayu, Potikelek, Wamena Kota 99511
085656235388
085656235388
085656235388
info@pas.coffee