KSU Baliem Arabica

Kenggi Abolok, Kambel Abolok

Menu
Salam jumpa di KSU Baliem Arabica, Exportir Pertama Produk Tanah Papua dan Pemilik Waralaba PAPUAmart.com

Bush Heritage Australia dan Menejemen Proyek Berbasis Komunitas

Nov
15
2014
by : admin. Posted in : Info

Setelah pertemuan dan pelajaran dari Presiden Palau terkait inisiatif dan langkah strategis pemerintah dalam melindungi alam sekitar dan belajar dari pengalaman LMMA di kawasan Melanesia (Fiji sampai kepulauan Kay) pada hari kemarin (14 November), maka pada hari ini, 15 November 2014 utusan KSU Baliem Arabica melakukan pertemuan 2 jam dengan para pengelola dan anggota dari Bush Heritage Australia.

Bush Herige Australia ialah sebuah proyek yang dijalankan oleh masyarakat adat di bagian Utara Benua Afrika, yang secara administrasi pemerintahan federal Australia berada di wilayah sekitar Darwin, nama wilayah yang diambil dari sang teoretisi Charles Darwin yang memunculkan gagasan evolusi dan seleksi alam, di mana manusia di dunia yang lemah dan ras yang tidak dapat bertahan akan punah sesuai dengan rumus hukum alam dan pendudukan dan penjajahan ialah akibat alamiah dari proses seleksi alam. Masyarakat Adat di wilayah Darwin saat ini menyatakan “Tidak benar!” kepada sang tokoh evolusioner ini. Mereka telah memenangkan sebuah pertarungan hukum di pengadilan dan memenangkan banyak tanah adat menjadi tanah milik Masyarakat Adat setempat, yang dulunya tidak pernah diakui.

Bush Heritage tidak hanya berusaha menkleim tanah, tetapi mereka juga telah mengambil inisiativ sendiri dan mengeluarkan sebuah peta pengelolaan Tanah Adat mereka yang begitu komprehensiv. Proses pembuatan peta wilayah dimulai beberapa tahun lalu. Disusul 3 tahun proses penyusunan program di antara suku-suku yang ada sehingga rencana tersebut disatukan ke dalam sebuah dokumen yang akhirnya dipresentasikan kepada pemerintah federal.

Rencana yang telah saja, Jhon Kwano baca menunjukkan sebuah program yang begitu luas dan dalam, dan disampaikan dalam bentuk cerita. Cerita dari masyarakat adat dan tua-tua adat ditulis dan dicetak seperti diceritakan langsung dan tercetak. Rencana dimaksud terdiri dari

  1. Peta wilayah adat
  2. peta tanah adat bagi masing-masing klen dan suku
  3. program kerja strategis di wilayah tanah adat mereka
  4. program kerja jangka pendek, menengah dan panjang untuk tanah adat.

Di dalamnya terdapat peta wilayah yang bisa dipakai untuk pembangunan rumah tinggal, tanah untuk pertenian, tanah untuk berburu, tanah untuk membiarkan turis datang, dan tangah di mana selain masyarakat adat setempat tidak diizinkan untuk mendapatkan akses dengan alasan apapun juga. Ini mereka sebut “No-Go Zone”.

Pemerintah setempat, setara dengan provinsi di Indonesia, juga datang dan bersama dengan mereka memberikan kesaksian bahwa apa yang dilakukan masyarakat adat dengan program Bush Heritage ialah sesuatu yang positiv dan patut dicontoh oleh semua Masyarakat Adat di seluruh dunia. Kata mereka,

“Kami pemerintah hanya manusia. Kami tidak bisa berbuat yang terbaik untuk semua orang. Jadi masing-masing kelompok seharusnya datang dengan program mereka, keterangan tentang mereka, apa yang mereka mau dan apa yang mereka tidak mau, disertai alasan-alasan yang disajikan secara jelas, maka pemerintah pasti akan mendukungnya. Sebelumnya masyarakat adat datang dan melakukan demonstrasid an protes dan itu sulit bagi pemerintah untuk bersedia berdialog. Seharusnya masyarakat adat datang dengan gambaran yang jelas apa yang mereka lawan, apa yang mereka tolak, apa yang mereka mau, dan digambarkan secara jelas dan disampaikan langsung. Ini sangat membantu.”

Dari diskusi ini, saya, Jhon Kwano berharap pemerintah provinsi Papua dan masyarakat adat di seluruh Tanah Papua mengambil langkah. Pertama masing-masing kelompok masyarakat adat duduk dan berbicara, berpikir dan berencana, menyangkut tanah leluhur mereka, menyangkut apa yang harus dilakukan di atas tanah mereka, dan menyampaikannya kepada pemerintah kabupaten, kota dan provinsi. Kalau tidak begitu, orang Papua akan berdiri sebagai penonton, dan selalu memprotes semua yang datang dari pemerintah, tanpa memberikan alasan yang jelas, tanpa memberikan solusi yang tepat, tanpa rencana jalan keluar yang tepat.

artikel lainnya Bush Heritage Australia dan Menejemen Proyek Berbasis Komunitas

Thursday 21 May 2015 | Info

Sumber Berita: IndustriKontan.co.id, Oleh Mona Tobing – Kamis, 21 Mei 2015 | 10:03 WIB JAKARTA. Kopi…

Monday 4 August 2014 | Info, Unit Pembelian

Dari akun Facebook tanggal 4 Agustus 2014 Ketua Koperasi Baliem Arabica, Selion Karoba menyatakan gebrakan yang…

Monday 1 December 2014 | Info

Menanggapi tantangan yang ada secara real di Tanah Papua, dan untuk memperlancar kegiatan Usaha, maka per…

Sunday 16 November 2014 | Info

Tentu saja pertanyaan ini sudah mengemuka sejak membaca artikel dan persiapan utusan KSU Baliem Arabica menuju…

Hours & Info

0857-6922-3000
Lunch: 11am - 2pm
Dinner: M-Th 5pm - 11pm, Fri-Sat:5pm - 1am

Organic Provider Registry

KSU Baliem Arabica

Kenggi Abolok, Kambel Abolok

Jl. Thamrin No. 60, Kompleks Pasar Kayu, Potikelek, Wamena Kota 99511
085656235388
085656235388
085656235388
info@pas.coffee